Sebuah warung makan halal di Singapura tengah menjadi perbincangan publik karena menawarkan sebanyak 14 pilihan menu dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp35 ribuan per porsi. Kehadiran tempat makan ini langsung menarik perhatian di tengah tingginya biaya hidup untuk urusan kuliner di negeri singa tersebut.
Inisiatif Bantu Komunitas Rentan
Warung makan yang berlokasi di Kukoh 21 Food Centre ini dikelola oleh Hani Isnin-Racine yang berusia 40 tahun bersama kedua orang tuanya yang berusia 70 tahun. Ketiganya telah menjalankan bisnis tersebut selama lebih dari dua tahun, setelah sebelumnya mengoperasikan kios lain di tempat yang sama dengan penawaran harga yang lebih tinggi, seperti dilaporkan sethlui.com (23/10).
Inisiatif penetapan harga sebesar 2,50 SGD atau sekitar Rp35.440 tersebut sengaja dihadirkan untuk meringankan beban komunitas yang rentan. Hani menjelaskan bahwa langkah ini ditujukan bagi kalangan seperti orang tua tunggal, lansia yang tidak bekerja akibat penyakit kronis, serta penyandang disabilitas.
“Kami memulai inisiatif makanan seharga S$2,50 untuk membantu meringankan beban komunitas rentan (orang tua tunggal dan lansia yang tidak bekerja karena penyakit kronis dan disabilitas)”, ujar Hani.
Persiapan Dini dan Menu Melimpah
Warung ini mulai beroperasi setiap hari pada pukul 04.30 pagi, sementara kedua orang tua Hani sudah tiba di lokasi sejak pukul 02.30 dini hari untuk mempersiapkan segala keperluan memasak. Jadwal dini hari tersebut sengaja dipilih untuk melayani para pelanggan lanjut usia yang memiliki pola tidur berbeda akibat pengobatan medis atau harus mengunjungi pusat dialisis ginjal.
Dengan harga yang dipatok 2,50 SGD, porsi makanan yang disajikan dinilai sangat sepadan dan mengenyangkan. Berbagai hidangan yang tersedia meliputi nasi rawon dengan pilihan lauk cumi-cumi atau paru sapi, mie goreng, serta hidangan menyerupai nasi rames yang dilengkapi sambal goreng, sambal belacan, bergedil, dan lontong.
Hani mengungkapkan bahwa ibunya meracik sambal belacan segar setiap hari menggunakan cabai rawit kampung kecil yang dicuci dan dibuang bijinya untuk menghasilkan rasa yang sangat pedas. Proses memasak sambal tersebut memakan waktu setidaknya enam jam dengan pengawasan ketat untuk membuang minyak cabai yang terkumpul di bagian atas secara berkala.
Selain hidangan utama, warung ini juga menyediakan berbagai pilihan kue tradisional buatan tangan dengan harga murah. Kue-kue seperti onde-onde, kue sago, hingga kue kosui dijual seharga 0,80 SGD atau sekitar Rp11.340 untuk satu buah, dan 2 SGD atau sekitar Rp28.352 untuk pembelian empat buah.
Sumber: Food - Detikcom





