Daftar Isi
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pengerjaan seluruh ruas Jalan Tol Semarang-Demak dapat rampung pada akhir tahun 2027. Infrastruktur jalan bebas hambatan ini diharapkan sudah dapat difungsionalkan untuk melayani masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.
Progres Pembangunan dan Pemampatan Lahan
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa capaian fisik proyek penahan banjir rob sekaligus penghubung pesisir Jawa Tengah ini berjalan sesuai rencana. Berdasarkan data per 22 Oktober 2026, progres konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 telah menyentuh angka 79,42 persen.
Dody menjelaskan, percepatan pengerjaan tetap harus memperhitungkan kondisi tanah pesisir pantai. Lahan di lokasi pengerjaan memerlukan proses konsolidasi dan pemampatan tanah secara sempurna sebelum tahap penimbunan lanjutan dilakukan agar konstruksi aman dan tahan lama.
“Alhamdulillah sudah bagus. Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna,” ujar Dody pada Minggu (25/10/2026).
Menurut Dody, kelancaran pengerjaan poyek ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, penyedia jasa, hingga masyarakat sekitar lokasi pembangunan.
“Untuk progres sudah 79,4 persen. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah. Semua penyedia jasa lokal maupun yang dari luar juga masih semangat tinggi,” tuturnya.
Rincian Pekerjaan Paket 1A, 1B, dan 1C
Pembangunan Seksi 1 Tol Semarang-Demak terbagi menjadi tiga paket pekerjaan. Paket 1A yang meliputi area Kaligawe dan Sayung mencatatkan progres fisik tertinggi mencapai 97,49 persen. Lingkup pengerjaannya mencakup pengerjaan Jembatan Kaligawe, jalan layang, serta jalan utama dan sarana pendukung.
PPK Pengawasan Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Prasetyo Arief, menyatakan bahwa pengerjaan struktur di Paket 1A telah berada di tahap akhir. “Untuk 1A, progresnya sudah memasuki tahap akhir. Untuk yang sudah selesai di 1A seluruh konstruksi eleveted sudah selesai, sudah tersambung sampai dengan P19 sudah nyambung dengan paket 1B,” ujarnya.
Sementara itu, Paket 1B yang mencakup pembuatan tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer telah mencapai 75,22 persen. Paket ini juga meliputi pengerjaan revetment, akses masuk dan keluar Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, tempat istirahat, hingga gerbang tol. Pekerjaan tanah pada paket ini memerlukan masa tunggu konsolidasi dan tahapan preloading selama 425 hari demi menjamin kestabilan lahan.
Adapun Paket 1C yang meliputi pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas 189 hektare dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare mencatat progres fisik 75,68 persen. Fasilitas penampungan air ini dilengkapi dengan rumah pompa dan saluran pendukung guna mengalirkan air dari beberapa sungai menuju laut melalui Sungai Babon.
Pengendalian Banjir Pesisir Jawa Tengah
Kehadiran tanggul di kawasan Sayung terbukti memberikan dampak positif dalam mengendalikan banjir rob yang kerap melanda wilayah tersebut. Setelah tanggul berdiri, kawasan Sayung dilaporkan bebas dari genangan banjir. Tahap penanganan banjir selanjutnya akan digeser ke kawasan Demak melalui koordinasi bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ / BOP Pantura Jawa).
Dody menegaskan, Kementerian PU terus mengedepankan kualitas konstruksi agar infrastruktur penunjang konektivitas dan pengendali banjir ini dapat beroperasi optimal dalam jangka panjang.
“Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan,” tambah Dody.
Sumber: Finance - Detikcom




