Gaya Hidup

Tips Pakai Perhiasan agar Tidak Berlebihan dengan Aturan 2-1-1

Tips Pakai Perhiasan agar Tidak Berlebihan dengan Aturan 2-1-1

Pemakaian perhiasan dapat menyempurnakan penampilan seseorang, namun penggunaan yang keliru justru dapat menimbulkan kesan berlebihan. Guna mencegah penumpukan aksesori, formula praktis aturan 2-1-1 dapat diterapkan dalam memadupadankan perhiasan sehari-hari.

Konsep Dasar Aturan 2-1-1

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNN Indonesia, aturan 2-1-1 membagi perhiasan ke dalam empat bagian dengan peran visual yang berbeda-beda agar tidak saling bersaing. Rasio ini menyarankan rumus penggunaan aksesori yang terbagi menjadi tiga kategori utama.

Kategori pertama adalah dua aksesori halus yang berfungsi untuk mendukung tampilan secara keseluruhan. Contoh aksesori halus mencakup anting model tusuk atau stud, cincin tipis, hingga gelang berukuran ramping.

Kategori kedua adalah satu aksesori menengah guna menambah daya tarik visual pada penampilan. Jenis aksesori ini umumnya berupa anting model lingkaran berukuran sedang atau kalung berdesain sederhana yang dilengkapi liontin.

Kategori ketiga merupakan satu aksesori mencolok atau statement piece yang berperan sebagai titik fokus utama dan bagian paling berani. Pilihan aksesori ini dapat berupa anting chandelier, kalung berukuran besar, atau cincin koktail yang mencolok perhatian.

Penerapan aturan tersebut mencegah mata kesulitan menemukan titik fokus akibat semua perhiasan berukuran besar yang membuat penampilan terlalu ramai.

Contoh Praktis Penerapan

Sebagai contoh penerapan nyata, seseorang dapat mengenakan dua buah cincin pada satu tangan, satu cincin di tangan sisi sebaliknya, serta satu gelang pada tangan yang mengenakan dua cincin tersebut.

Distribusi semacam ini memastikan agar perhiasan tampak tersebar di berbagai bagian tubuh alih-alih menumpuk pada satu titik tertentu.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *