Apa Alasan Kamu Melamar di Posisi Ini? Contoh Jawaban Terbaik Beserta Cara Menjawabnya Saat Interview
![]() |
| Apa Alasan Kamu Melamar di Posisi Ini? |
Bagaimana Cara Menjawab "Apa Alasan Kamu Melamar di Posisi Ini?" yang Disukai HRD
"Apa alasan kamu melamar di posisi ini?"
Kalau pernah mengikuti proses rekrutmen, kemungkinan besar Anda sudah mendengar pertanyaan tersebut.
Sekilas memang terlihat sederhana, tetapi banyak kandidat justru kehilangan kesempatan karena memberikan jawaban yang terlalu umum, terdengar dibuat-buat, atau bahkan menunjukkan bahwa mereka tidak benar-benar memahami posisi yang dilamar.
Padahal, bagi HR maupun user interview, pertanyaan ini bukan sekadar ingin mengetahui alasan Anda mengirim lamaran.
Mereka ingin melihat apakah motivasi Anda sesuai dengan kebutuhan perusahaan, apakah Anda memahami pekerjaan yang akan dijalankan, serta apakah Anda memiliki komitmen untuk berkembang dalam posisi tersebut.
Kabar baiknya, pertanyaan ini termasuk salah satu yang bisa dipersiapkan jauh sebelum hari wawancara.
Dengan memahami tujuan HRD dan menyusun jawaban berdasarkan pengalaman serta motivasi yang jujur, peluang Anda memberikan kesan positif akan jauh lebih besar.
Jika Anda masih berada pada tahap persiapan interview, sebaiknya pahami juga apa saja yang ditanya saat interview kerja? agar memiliki gambaran lengkap mengenai pertanyaan yang paling sering muncul selama proses rekrutmen.
Dengan begitu, Anda tidak hanya siap menjawab satu pertanyaan, tetapi keseluruhan sesi wawancara.
Mengapa HRD Menanyakan "Apa Alasan Kamu Melamar di Posisi Ini?"
Banyak pelamar mengira HR hanya ingin mengetahui alasan mereka tertarik bekerja. Padahal, pertanyaan ini memiliki tujuan yang jauh lebih luas.
Secara umum, recruiter ingin memastikan beberapa hal berikut.
1. Mengetahui Motivasi Anda Melamar
Setiap kandidat memiliki alasan yang berbeda.
Ada yang ingin mengembangkan karier, mencari tantangan baru, memperoleh pengalaman di industri tertentu, atau memang tertarik dengan budaya perusahaan.
Motivasi tersebut akan membantu HR menilai apakah alasan Anda cukup kuat untuk bertahan dalam pekerjaan apabila nantinya diterima.
Sebaliknya, apabila jawaban hanya berfokus pada gaji atau sekadar membutuhkan pekerjaan apa saja, recruiter mungkin mempertanyakan keseriusan Anda terhadap posisi tersebut.
2. Mengukur Seberapa Besar Anda Mengenal Perusahaan
Sebelum interview, perusahaan biasanya berharap kandidat sudah meluangkan waktu untuk mempelajari profil perusahaan, produk atau layanan, budaya kerja, hingga posisi yang dilamar.
Tidak perlu mengetahui seluruh informasi secara detail.
Namun, kandidat yang melakukan riset sederhana umumnya mampu menjelaskan alasan mereka secara lebih spesifik dibandingkan kandidat yang datang tanpa persiapan.
3. Menilai Kesesuaian Kandidat dengan Posisi
Misalnya Anda melamar sebagai Digital Marketing.
HR akan melihat apakah alasan Anda memang berkaitan dengan dunia pemasaran digital, kemampuan yang dimiliki, atau target karier ke depan.
Jika jawaban yang diberikan justru mengarah pada bidang lain, recruiter dapat meragukan kecocokan Anda terhadap posisi tersebut.
4. Memastikan Anda Tidak Asal Mengirim Lamaran
Saat ini banyak pelamar mengirim puluhan hingga ratusan lamaran sekaligus.
Tidak ada yang salah dengan strategi tersebut. Namun perusahaan ingin mengetahui apakah Anda benar-benar tertarik bekerja di tempat mereka atau hanya mencoba peruntungan.
Jawaban yang spesifik biasanya menunjukkan bahwa Anda memang mempertimbangkan posisi tersebut dengan serius.
Apa yang Ingin Didengar HR dari Jawaban Anda?
Jawaban terbaik bukan berarti harus terdengar sempurna atau terlalu formal.
Sebaliknya, recruiter biasanya lebih menghargai jawaban yang realistis, relevan, dan menunjukkan bahwa Anda memahami hubungan antara kemampuan yang dimiliki dengan pekerjaan yang akan dilakukan.
Secara umum, jawaban yang baik biasanya memiliki beberapa unsur berikut.
Memiliki alasan yang jelas.
Menunjukkan ketertarikan terhadap posisi.
Menghubungkan pengalaman atau kemampuan yang dimiliki.
Menjelaskan bagaimana posisi tersebut mendukung tujuan karier.
Menunjukkan antusiasme untuk belajar dan berkembang.
Anda juga perlu memperhatikan cara penyampaiannya.
Banyak kandidat sebenarnya memiliki jawaban yang bagus, tetapi gagal menyampaikannya karena terlalu gugup.
Apabila Anda sering mengalami hal tersebut, pelajari juga cara menghilangkan rasa gugup saat interview agar penyampaian jawaban terdengar lebih percaya diri.
Cara Menjawab Pertanyaan "Apa Alasan Kamu Melamar di Posisi Ini?"
Agar jawaban lebih terstruktur, Anda bisa menggunakan pola sederhana berikut.
1. Mulai dengan Ketertarikan terhadap Posisi
Jelaskan mengapa posisi tersebut menarik bagi Anda.
Contoh:
Saya tertarik melamar posisi ini karena pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan bidang yang selama ini saya pelajari dan ingin saya kembangkan.
Bagian ini menunjukkan bahwa Anda memang memahami pekerjaan yang dilamar.
2. Hubungkan dengan Pengalaman atau Kemampuan
Setelah menjelaskan ketertarikan, kaitkan dengan pengalaman yang pernah dimiliki.
Misalnya:
pengalaman magang,
organisasi,
proyek freelance,
pekerjaan sebelumnya,
sertifikasi,
pelatihan,
portofolio.
Dengan begitu jawaban menjadi lebih meyakinkan karena memiliki dasar yang jelas.
3. Tunjukkan Nilai yang Bisa Anda Berikan
Perusahaan tidak hanya ingin mengetahui apa yang akan Anda dapatkan.
Mereka juga ingin mengetahui kontribusi yang bisa Anda berikan.
Contohnya:
Saya berharap pengalaman saya dalam mengelola media sosial dapat membantu tim mencapai target pemasaran yang telah ditentukan.
4. Akhiri dengan Keinginan Berkembang
Bagian penutup sebaiknya menjelaskan bahwa Anda ingin bertumbuh bersama perusahaan.
Misalnya:
Saya melihat posisi ini sebagai kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan.
Struktur sederhana tersebut membuat jawaban terdengar logis dan mudah dipahami oleh interviewer.
Contoh Jawaban untuk Fresh Graduate
Fresh graduate sering merasa kesulitan karena belum memiliki pengalaman kerja.
Padahal perusahaan tidak selalu mengharapkan pengalaman panjang.
Contoh jawaban:
Saya melamar posisi ini karena sesuai dengan jurusan yang saya pelajari selama kuliah. Selama menjadi mahasiswa saya juga aktif mengikuti organisasi dan beberapa proyek yang membuat saya terbiasa bekerja dalam tim, menyelesaikan deadline, serta berkomunikasi dengan banyak orang. Saya ingin mengembangkan kemampuan tersebut di lingkungan kerja profesional dan percaya posisi ini menjadi tempat yang tepat untuk memulai karier saya.
Jawaban tersebut menunjukkan motivasi yang jelas tanpa perlu mengada-ada mengenai pengalaman.
Apabila Anda baru lulus dan masih minim pengalaman, Anda juga bisa mempelajari rahasia lolos lowongan kerja meski pengalaman nol agar lebih percaya diri menghadapi proses seleksi.
Contoh Jawaban untuk Kandidat Berpengalaman
Bagi kandidat yang sudah bekerja, fokus jawaban sebaiknya mengarah pada perkembangan karier.
Contoh:
Selama empat tahun terakhir saya bekerja di bidang customer service. Dalam perjalanan tersebut saya menyadari bahwa saya lebih tertarik pada analisis pengalaman pelanggan dan peningkatan kualitas layanan. Karena itu saya melihat posisi ini sebagai kesempatan untuk memanfaatkan pengalaman yang sudah saya miliki sekaligus mengembangkan kemampuan pada level yang lebih tinggi. Saya juga melihat perusahaan ini memiliki reputasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan sehingga saya tertarik menjadi bagian dari tim.
Contoh Jawaban Saat Ingin Berpindah Karier
Tidak sedikit pelamar yang melakukan career switch.
Kondisi ini juga dapat dijelaskan secara jujur selama memiliki alasan yang logis.
Contoh:
Selama beberapa tahun saya bekerja di bidang administrasi. Namun dalam pekerjaan sehari-hari saya sering terlibat dalam pengolahan data menggunakan Excel dan dashboard sederhana. Dari pengalaman tersebut saya menemukan bahwa saya lebih menikmati pekerjaan yang berkaitan dengan analisis data. Karena itu saya mengikuti beberapa pelatihan dan mulai membangun portofolio. Posisi ini menjadi langkah yang ingin saya ambil untuk berkarier di bidang tersebut secara profesional.
Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Pelamar
Tidak sedikit kandidat sebenarnya memiliki potensi yang baik, tetapi jawaban mereka justru menimbulkan keraguan bagi interviewer.
Beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi antara lain:
Menjawab, "Karena saya butuh pekerjaan."
Terlalu fokus membahas gaji.
Tidak mengetahui apa yang dikerjakan pada posisi yang dilamar.
Memberikan jawaban yang sama di setiap perusahaan.
Berlebihan memuji perusahaan tanpa alasan yang jelas.
Terlalu panjang hingga keluar dari inti pertanyaan.
Selain itu, pastikan Anda memahami hal yang perlu dihindari saat interview kerja agar tidak melakukan kesalahan lain yang dapat memengaruhi penilaian recruiter selama proses wawancara.
DISCLAIMER!! Seluruh informasi lowongan kerja yang ditampilkan di situs ini disediakan semata-mata sebagai bahan referensi. Kami tidak memiliki keterkaitan atau kerja sama resmi dengan instansi atau perusahaan penyedia lowongan tersebut. Untuk memastikan keakuratan informasi, kami sangat menyarankan agar pembaca melakukan verifikasi langsung melalui situs resmi atau kanal komunikasi resmi instansi terkait.
Informasi mengenai gaji, kualifikasi, deskripsi pekerjaan, dan tunjangan yang tercantum bersifat estimatif dan dapat berbeda dari informasi sebenarnya.
Waspadai penipuan! Proses rekrutmen resmi tidak memungut biaya apapun. Jika ada pihak yang mengatasnamakan instansi tertentu dan meminta pembayaran dalam bentuk apapun, harap berhati-hati dan segera lakukan pengecekan lebih lanjut.
Kami menegaskan bahwa situs ini tidak pernah meminta biaya kepada pengguna untuk mengakses informasi lowongan kerja yang tersedia.

Posting Komentar