Daftar Isi
CVS Health mengumumkan rencana besar untuk memecah perusahaan menjadi dua emiten publik terpisah pada paruh pertama tahun 2028 dalam salah satu pemisahan korporasi terbesar dalam sejarah. Langkah ini akan membalikkan akuisisi raksasa senilai USD78 miliar atas perusahaan asuransi Aetna dan membongkar konglomerat layanan kesehatan terintegrasi vertikal yang dibentuk pada tahun 2018.
Rencana Pemisahan Bisnis
Berdasarkan rilis perusahaan, rencana tersebut akan memisahkan sekitar 9.000 apotek ritel CVS dari bisnis utama asuransi serta pengelola manfaat farmasi atau *pharmacy benefit manager* (PBM) Caremark, yang merupakan salah satu dari tiga PBM terbesar di AS. Keputusan ini diambil usai dewan direksi merampungkan tinjauan strategi yang komprehensif, sementara saham CVS tercatat merosot sekitar 11 persen pada hari Rabu.
Perusahaan asuransi dan PBM nantinya akan tetap menggunakan nama CVS Health yang dipimpin oleh CEO David Joyner. Sementara itu, entitas bisnis lainnya akan dinamai CVS Pharmacy dan dipimpin oleh Prem Shah yang saat ini menjabat sebagai presiden grup CVS Health, sedangkan posisi kepemimpinan tambahan dan anggota dewan akan diumumkan kemudian.
Melalui aksi korporasi ini, pemegang saham CVS saat ini akan memiliki saham di kedua perusahaan baru tersebut setelah pemisahan rampung. Rencana pemecahan ini sebelumnya dilaporkan pertama kali oleh Financial Times pada hari Selasa.
Kinerja Keuangan dan Alasan Pemisahan
CEO CVS David Joyner menyatakan kepada CNBC bahwa keputusan untuk memecah perusahaan dilakukan dari posisi yang kuat, seraya menyoroti pemulihan bisnis Medicare Aetna serta kinerja solid di sektor apotek ritel. Joyner menyebutkan bahwa kekuatan bisnis saat ini memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan strategis yang tepat bagi masa depan perusahaan, terlebih saham CVS telah melonjak sekitar 70 persen sejak ia memimpin pada Oktober 2024 dengan nilai pasar mencapai USD117 miliar.
Dalam laporan keuangannya pada hari Rabu, CVS membukukan pendapatan dan laba kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi Wall Street dengan total penjualan naik menjadi USD108,40 miliar dari periode sebelumnya sebesar USD102,87 miliar. Penjualan tersebut didorong oleh pertumbuhan tahun ke-tahun pada segmen manfaat layanan kesehatan dan layanan kesehatan, kendati pendapatan bisnis layanan farmasi mengalami penurunan.
Pemisahan ini akan menggabungkan perusahaan asuransi dan PBM dengan bisnis perawatan primer Oak Street Health, penyedia layanan kunjungan rumah Signify Health, serta bisnis obat khusus milik perusahaan. Analis Leerink Partners Michael Cherny menilai langkah tersebut menunjukkan stabilitas apotek yang mampu merebut pangsa pasar dari kompetitor serta menstabilkan marjin laba berkat model penggantian biaya apotek baru bernama CostVantage.
Tantangan Regulasi dan Masa Depan PBM
Kendati demikian, salah satu kekhawatiran investor adalah apakah apotek ritel akan kehilangan keunggulan kompetitif karena tidak lagi terhubung langsung dengan PBM yang menegosiasikan harga obat. Menanggapi hal tersebut, Joyner memastikan sinergi antara kedua bisnis tersebut akan tetap dipertahankan melalui perjanjian komersial antarorganisasi tanpa memerlukan integrasi struktur operasional.
Analis Michael Cherny menambahkan bahwa dasar pemikiran pemisahan ini juga dapat meluas pada pengawasan legislatif negara bagian terhadap tingkat integrasi vertikal perusahaan. Di sisi lain, potensi pemecahan ini terjadi ketika para pengelola manfaat obat menghadapi sorotan bipartisan yang meningkat di Washington, D.C. dan berbagai negara bagian terkait praktik penetapan harga yang tidak transparan, kekuatan pasar yang kian besar, serta potensi konflik kepentingan saat dimiliki oleh perusahaan yang juga mengoperasikan asuransi dan apotek.
Sumber: US Top News and Analysis




