Daftar Isi
Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang pada Minggu (1/11). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 31 Oktober sampai 2 November 2026.
Daftar Wilayah Potensi Hujan dan Angin Kencang
Berdasarkan prakiraan untuk hari Minggu (1/11), sebanyak 24 wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dengan status Waspada. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Selain itu, potensi serupa juga mencakup Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, serta Papua Selatan. Dalam prakiraan tersebut, BMKG menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga maupun Awas. Di samping hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang akan melanda Nusa Tenggara Timur dan Papua Pegunungan.
Dinamika Atmosfer dan Curah Hujan Dasarian
Dalam prakiraan cuaca Indonesia sepekan periode 30 Oktober sampai 5 November 2026, BMKG menyebut dinamika atmosfer masih berpeluang memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah. Prakiraan untuk dasarian I November 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia didominasi oleh curah hujan kategori menengah sebesar 67,62 persen.
Sementara itu, curah hujan kategori rendah mencakup 30,57 persen dan kategori tinggi sebesar 1,81 persen. Wilayah dengan curah hujan kategori rendah terkonsentrasi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Sulawesi dan Maluku. Meski akumulasi curah hujan skala dasarian berada pada kategori rendah hingga menengah, potensi hujan lebat harian tetap perlu diantisipasi karena dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer serta pola pertemuan angin.
Faktor Pembentukan Awan Hujan
Selama periode sepekan ke depan, pergerakan Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi akan memengaruhi wilayah barat dan selatan Indonesia. Pada saat yang sama, gelombang Kelvin diprakirakan aktif di wilayah timur. Kedua fenomena ini dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, khususnya di daerah yang mengalami pertemuan massa udara dan mempunyai kondisi atmosfer yang labil.
Faktor lain yang turut memengaruhi pola angin regional adalah kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman serta pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna. Kedua sistem tersebut membentuk zona pertemuan dan perlambatan angin yang mendorong pembentukan awan hujan. Rangkaian kondisi tersebut berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang.







